tugas ibd bab 2
Posted By erriskafitri on February 20, 2010
Bab 2
Manusia dan Kebudayaan
Manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang begitu erat kaitannya,kedua hal ini juaga menjadi dasar yang lebih kuat untuk pembahasan tentang IBD.
A.Manusia
Manusia di alam mememiliki peran yang sangant unik,dan dapat dipandang dari berbagai segi.Selain itu manusia juga mempunya banyak kepentingan.
Ada dua pandangan yang menjadi acuan untuk menjelaskan tantang unsur2 yang membangun manusia.
- Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkait,yaitu:
- Jasad,yaitu badan kasar manusia yang menempati ruang dan waktu,
- Hayat, mengandung unsur hidup,
- Ruh, dan, daya yang bekerja secara spiritual,
- Nafs yaitu kesadaran tentang diri sendiri.
- Manusia sebagai kepribadian yang mengandung tiga usur,yaitu :
- Id ,yaitu suatu energy psikis yang menunjukkan cirri alami manusia,tidak berhubungan dengan lingkungn luar diri tetapi terkait dengan struktu lain kepribadian,
- Ego, memiliki peran menghubungan energi Id ke dalam saluran sosial yang dapat dimengertioleh orang lain.
- Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir,muncul kira-kira pada usia lima tahun.
B.Hakekat Manusia
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
b. Manusia ciptaan Tuhan yag paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainnya.
Manusia memiliki akal dan perasaaan.prasaa ada dua macam,yaitu perasaan inderawi an persaan rohani. Perasaan inderawi yaitu rangsangan jasmani melalui panca indera. Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia,misal: Perasaan intelektual, Perasaan estetis, Perasaan etis, Perasaan diri,Perasaan sosial, Perasaan religious
c. Mahluk biokultural,yaitu mahluk hayati yang budayawi
d. Mahluk ciptaan Tuhan yang terkait dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
C. Kepribadian Bangsa Timur
Untuk menghindari pendekatan terhadap jiwa manusia itu,hanya sebagian subjek yang terkandung dalam batas individu yang terisolasi , maka francis L.K Hsu mengembangkan suatu konsepsi, bahwa dalam jiwa manusia sebagai mahluk sosial budaya itu mengandung delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran konsentris sekitar diri pribadi.
7. tak sadar
6. sub sadar
5.kesadaran yang tidak dinyatakan
4. Kesadaran yang dinyatakan
3. lingkungan hubungan karib
2. lingkungan hubungan berguna
1. lingkungan hubungan jauh
0. dunia luar.
D. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan jika dikaji dari asalkata bahasa sansekerta berasal dari kata budhaya yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin,kebudayaan berasal dari kata colere yang berarti mengolah tanah.Jadi secara umum kebudayaan dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi menusia dengan tujuan untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya di dalam lingkungannya.
Pengertian kebudayaan secara istilah memliki berbagai macam definisi dari para ahli. Namun, secara praktis kebudayaan merupaka sisitem nilai dan gagasan utama(vital). Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga system kebudayaan secara terperinci, yaitu system ideology, system sosial, dan system teknologi.
E. Unsur-Unsur Kebudayaan
C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan ,bahwa ada 7 unsur kebudayaan universal,yaitu :
- Sistem religi
- Sistem organisasi Kemasyarakatan
- Sistem Pengetahuan
- Sistem mata pencaharian hidup dan system-sitem ekonomi
- SisSistem teknologi dan Peralatan
- Bahasa
- Kesenian
F. Wujud Kebudayaan
Menurut dimensi wujudnya,kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :
- Kompleks gagasan,konsep, dan pikiran manusia. Bewujudsistem budaya , sifatnya abstrak.
- Kompleks aktivitas. Berupa aktivitas manusia yang saling berinteraksi.
- Wujud sebagai benda.
G. Orientasi Nilai Budaya
Sistem nilai budaya semua kebudayaan di dunia secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia yaitu:
- Hakekat hidup manusia(MH)
- Hakekat karya manusia(MK)
- Hakekat waktu manusia(WM)
- Hakekat alam manusia (MA)
- Hakekat hubungan manusia(MN)
H. Perubahan Kebudayaan
Perubahan kebudayaan ialah perubahan yang terjadi dalam system ide yang dimiliki bersama para warga masyarakat yang bersangkutan. Tidak ada kebudayaan yang statis,semua kebudayaan memiliki gerak dan dinamika. Terjadinya gerak dan perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :
- Sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
- Sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup.
Dalam perubahan kebudayaan tidak lepas dari proses akulturasi. Beberapa massalah yang menyangkut proses tesebut adalah :
- Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah di terima
- Unsur-unsure manakah yang sulit diterima
- Individu-individu manakan yang cepat menerima unsur-unsur yang baru,
- Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut.
Berbagai factor yang mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu unsur kebudayaan baru diantaranya:
- Terbatasnya masyarakat memiliki hubungan /kontakdengan kebudayaan dan dengan orang-porang yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
- Adanay penyeleksian budaya yang terjadi karena adanya pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan.
- Corak struktur suatu masyarakat
- Suatu kebudayaan diterima jika sebelumnya sudah ada unsur-unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan baru tersebut.
- Kebuyaan baru dapat dirasakan manfaatnya untuk masyarakat
I.Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dan kebudayaan adalah manusia sebagai prilaku kebudayaan dan kebudayaan dalah objek yang dilaksanakan manusia.
Dari sisi lain, hubungan manusia dengan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait. Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap.
- Eksternalisasi, yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya,
- Obyektivasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif,
- Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
